Connect with us

blackibank

Petugas pemilu meninggal dunia, Berapa Honor Petugas?

petugas pemilu meninggal

Baca

Petugas pemilu meninggal dunia, Berapa Honor Petugas?

Petugas pemilu meninggal dunia semakin banyak, Apa penyebabnya? Apakah Faktor Kelelahan atau tekanan kerja yang selama ini menjadi alasan atau Fakta lain yang tidak bisa diungkap secara logika?

Coba kita perhatikan

Dikutip dari Jawapos, Proses pemilu yang begitu panjang membuat korban dari jajaran KPU dan Bawaslu terus berjatuhan. Hingga kemarin (26/4), sudah 326 petugas pemilu yang meninggal dunia. Perinciannya, 253 korban berasal dari jajaran KPU, 55 dari unsur Bawaslu, dan 18 personel Polri.

Dikutip dari Cnnindonesia, Petugas KPPS yang turut mengalami sakit dengan jumlah 1.470 orang. Sehingga, total keseluruhan antara petugas yang meninggal dan sakit sebanyak 1.695 orang.

Dikutip dari Detik, Di sejumlah daerah, ada cukup banyak petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) hingga anggota Polri yang meninggal dunia saat bertugas menyukseskan Pemilu Serentak 2019.

Lalu apa sebab yang membuat begitu banyak petugas pemilu meninggal dunia?

Berdasar laporan KPU provinsi masing-masing, penyebab terbanyak pertama adalah kelelahan. Urutan kedua adalah kecelakaan. Ada pula dua orang yang meninggal karena bunuh diri.

Apakah memang benar karena kelelahan?
Secara logika apa mereka tidak ada jam istirahat?
Apa mereka harus bekerja 24 Jam?
Anggaplah pekerjaannya punya target waktu dikerjakan 24 jam, apakah tidak ada jadwal shift pekerja?
Apa mereka bekerja dibawah tekanan ancaman yang begitu berat seperti jaman penjajahan?
Apakah begitu stressnya kerja input data sehingga harus bunuh diri?
Terakhir, Berapa Gaji, Honor, Uang lembur pekerja sampai mereka bekerja begitu giat dan keras?


Ini Honor Petugas KPPS Pemilu 2019


Faktanya, coba kita baca berapa kutipan berita dibawah ini

“salah seorang korban bernama Alhat Supawi, 32, meninggal karena bunuh diri. Alhat adalah petugas KPPS yang bertugas mengisi formulir C1 sebanyak 86 rangkap. Menurut laporan istrinya, Alhat tidak tahan dengan beban pekerjaan yang begitu berat. Pekerjaan sehari semalam itu membuat dia kelelahan dan berujung stres. Alhat begitu khawatir jika di antara 86 formulir C1 tersebut ada kesalahan mengisi. Dalam kondisi itulah, dia meminum racun hingga meninggal.”

“KPU Ngawi juga mencatat ada satu kasus petugas KPPS yang mengalami keguguran kandungan. Yakni Dita Ningtyas (28) warga Desa Budug Kecamatan Kwadungan. Saat ini ia masih menjalani perawatan di RSUD dr Soeroto Ngawi.”

“Supriyadi (22) warga Desa Meduri, Kecamatan Margomulyo, Bojonegoro. Ia bertugas di TPS 10 dan meninggal pada Kamis (18/4) karena kelelahan dalam menyelenggarakan pesta demokrasi.”

“dari Provinsi DIJ yang dilaporkan bunuh diri adalah Tugiman. Pria 52 tahun itu adalah ketua KPPS TPS 21 Desa Tridadi, Kecamatan Sleman, Kabupaten Sleman.”

“Satu anggota Polri di Purwakarta meninggal pada saat proses pengamanan Pemilu 2019. Personel gugur karena kelelahan secara fisik. Badannya merasa tidak enak, saat pengamanan di KPUD, kemudian dibawa ke RS Siloam, di Purwakarta, dalam perawatan 1 hari kemudian meninggal dunia. Jadi sudah 18 anggota polri yang gugur selama pelaksanaan pengamanan pemilu. kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri, Brigadir Jenderal (Brigjen) Dedi Prasetyo di Mabes Polri, Jumat (26/4).”

Tapi apapun ceritanya yang banyak beredar dimasyarakat terkait Sebab dan Fakta secara logika tentang mengapa begitu banyak Petugas pemilu meninggal dunia apakah memang karena kelelahan atau ada faktor lain yang tidak masuk akal diluar nalar manusia maka kita semua hanya bisa berasumsi saja. mungkin saja ini sudah takdir sang Penentu.

Lalu apa solusi untuk Pemilu selanjutnya agar tidak terjadi banyak korban lagi?

Pasca kejadian Pemilu kali ini, kedepannya mungkin kita harus segera memikirkan dan melaksanakan bagaimana cara agar pemilu dapat menggunakan sistem yang lebih efektif dan efisien, dengan tidak melelahkan bagi siapa pun.

Lalu bagaimana dengan keluarga korban?

Untuk meringankan duka keluarga petugas pemilu yang meninggal maka KPU melalui Kemenkeu memberikan santunan lewat anggaran penyelenggaraan pemilu dengan besaran nilai santunan yang akan diberikan kepada para pahlawan demokrasi itu yakni, Rp 36 juta akan diberikan untuk para petugas yang meninggal dan Rp 8-30 juta bagi mereka yang cacat atau sakit. KPU akan menyiapkan alokasi anggaran untuk santunan sebesar Rp 40 sampai 50 miliar.

Mari kita bersama untuk berterima kasih atas pengorbanan dan pengabdian para penyelenggara pemilu di seluruh pelosok Indonesia.
dipantau.com

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

More in Baca

To Top