Connect with us

Pemberian Penghargaan Palsu, memanfaatkan Dosa Manusia ini

Pemberian Penghargaan Palsu

General

Pemberian Penghargaan Palsu, memanfaatkan Dosa Manusia ini

Pemberian Penghargaan Palsu, memanfaatkan Dosa Manusia, pernahkan Anda tertipu?

Berapa hari lalu kantor mendapatkan telpon dan kiriman surat Undangan Kehadiran dalam Acara malam penganugerahan dari salah satu Majalah Penghargaan Indonesia yang isinya adalah telah terpilihnya PT RackH Lintas Asia sebagai The Best IT Company Of The Year pada PENGHARGAAN INDONESIA AWARDS 2018.
Hal seperti ini bukan pertama sekali aku temui dan biasanya aku anggap ini sebagai penipuan berkedok pemberian penghargaan.

Seperti biasa setiap ada penawaran dan penghargaan maka aku terlebih dahulu cek kebenarannya dengan mencari informasi sebanyaknya dari mesin pencari karena banyak diantara mereka yang memberikan penghargaan merupakan lembaga yang tidak jelas keberadaannya walau ada juga yang memang benar-benar memberi penghargaan asli. Rata-rata pemberi penghargaan asli adalah penyelenggara dari instansi pemerintah, perusahaan atau LSM yang mendapatkan dana untuk memberikan penghargaan bagi insan Indonesia yang berprestasi. Penilaiannya juga terstruktur dan terjadwal. Peserta yang ikut wajib melakukan pengisian self assessment baik secara manual atau online. Para pemberi penghargaan asli biasanya tidak pernah menarik sumbangan atau bahkan biaya untuk mendapatkan penghargaan malah ada sebagian penyelenggara yang memberikan fasilitas transport, akomodasi dan konsumsi gratis bagi pemenangnya.

Contoh Pemberi Penghargaan Palsu ciri-cirinya biasanya adalah
1. Penawaran biasanya melalui telepon dan email yang menyebutkan kantor atau pimpinan perusahaan telah memenangkan penghargaan
2. Menarik biaya dengan modus berupa sumbangan atau pembelian tiket yang harganya bisa diatas 10 juta
3. Kategori yang dimenangkan terkadang tidak sesuai dengan kondisi kantor atau pimpinan perusahaan yang diberi penghargaan
4. Parameter penilaian pemberian penghargaan tidak jelas, siapa saja yang ikut dan bagaimana bisa masuk sebagai pemenang, dll.

Pemberian penghargaan ini merupakan fenomena menarik dan pastinya ada saja yang tertipu seperti cerita beberapa tahun yang lalu tentang beberapa artis mendapat gelar penghargaan MA (Master of Arts) atas karir mereka di bidang seni. Mereka tak keberatan dipungut biaya jutaan rupiah demi penghargaan itu. Pesta penghargaan begitu meriah. namun tak ada satupun wakil dari pemerintah yang hadir kemudian satu tahun kemudian akhirnya mereka sadar bahwa gelar MA-nya adalah palsu. Tak diakui oleh kemendiknas.

Lalu mengapa bisnis Pemberian Penghargaan Palsu ini sepertinya semakin hari semakin banyak saja?
karena banyak yang tertipu, ini karena para penipu dari Bisnis Pemberian Penghargaan Palsu memanfaatkan Dosa Manusia yaitu sifat manusia yang suka pamer, suka akan kebanggaan, dimana dengan sesuatu yang dapat dibanggakan akan dapat menaikan wibawa dan harga diri dimata orang lain. karena mereka yang berdosa itu saat diinformasikan menerima penghargaan seketika merasa senang dan rata-rata lupa atau tidak melakukan cek dulu kebenaran para pemberi penghargaan palsu ini sehingga mudah diperdaya dan ditipu masuk ke jebakan betmen.

Continue Reading
You may also like...
1 Comment

1 Comment

  1. Eldwin

    27/09/2018 at 12:05 pm

    Saya juga merasa sangat terganggu oleh Majalah Penghargaan Indonesia yang telah memberikan “penghargaan” setiap 3 bulan sekali. Mereka secara agresif menyuruh kami untuk melakukan konfirmasi dan melakukan biaya reservasi untuk biaya meja.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

More in General

To Top